Inovasi PUSAKA IBU (Puskesmas Sayang Anak dan Ibu) dilakukan untuk mendukung Program Prioritas Nasional yaitu  menurunkan angka kematian ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan percepatan penurunan stunting. Tujuan inovasi PUSAKA IBU adalah meningkatkan mutu layanan kesehatan di Puskesmas Mojowarno. 

Kepala Puskesmas Mojowarno, Sri Wahyuningsih, S.Gz M.Gizi, menyampaikan salah satu pelayanan dalam PUSAKA IBU adalah TFC (Therapeutic Feeding Centre) atau pusat pemulihan gizi. Puskesmas Mojowarno siap melayani dan  menjadi rujukan anak balita dengan masalah gizi seperti gizi kurang, gizi buruk ringan dan stunting. Untuk kenyamanan anak selama dirawat, tersedia tempat bermain anak. Di ruangan TFC juga diberikan mainan untuk stimulasi perkembangan anak. 

Pelayanan sayang anak yang lain adalah MTBS Plus atau deteksi tumbuh kembang balita. Ruang konsultasi stunting, untuk usia remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu balita. Serta kader penjaga 1.000 harta (pendamping dan penjagaan di masa 1.000 hari pertama kehidupan).

Sementara layanan sayang ibu yang diberikan adalah ANC terpadu. PNC terpadu, Faskes dengan 10 LMLM (10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui), pelayanan di ruang NIFAS setelah ibu melahirkan. Yaitu ibu bisa menyusui dengan berbagai macam posisi baik duduk, bersandar dan tidur. Ibu dan keluarga diajari cara memandikan bayi dan merawat tali pusat.

PUSAKA IBU tidak akan berjalan tanpa dukungan stakeholder lainnya, untuk menurunkan AKI-AKB perlu dukungan dari berbagai pihak tidak hanya dari bidang kesehatan. Puskesmas Mojowarno senatiasa melakukan perbaikan terus menerus untuk pelaksanaan inovasi ini.